Stilistika Prosa Liris dalam Buku Aku Pernah Ada di Hatimu: Kajian Linguistik Fungsional Sistemik
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji stilistika prosa liris dalam buku Aku Pernah Ada di Hatimu karya Aditya Ansor Alsunah dengan menggunakan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (SFL). Kajian diarahkan pada pemanfaatan bahasa dalam membangun makna melalui pilihan leksikal dan struktur gramatikal yang merepresentasikan ekspresi estetis dan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks. Data berupa unsur kebahasaan yang dipilih secara purposif dari prosa liris, meliputi kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan kecenderungan stilistika dominan. Analisis data difokuskan pada metafungsi bahasa dalam SFL, khususnya metafungsi ideasional melalui sistem transitivitas serta metafungsi interpersonal melalui modalitas dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosa liris dalam buku tersebut didominasi oleh proses mental dan relasional yang merefleksikan pengalaman batin dan intensitas emosional subjek lirik. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan SFL efektif untuk mengungkap karakteristik stilistika prosa liris sebagai genre sastra yang memadukan fungsi bahasa dan pembentukan makna.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Abood, A. A. (2020). Transitivity analysis in literary discourse: A systemic functional approach. Journal of Language and Linguistic Studies, 16(2), 842–856.
Abood, H. H. (2024). Systemic functional stylistics analysis of literary narrative. Journal of Language Studies, 8(11), 319–343.
Alsunah, A. A. (2026). Stilistika sastra dan ekspresi makna emosional dalam prosa liris. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(1), 1–12.
Eggins, S., & Slade, D. (2017). Analysing discourse using systemic functional linguistics. Functional Linguistics, 4(1), 1–17.
Faradika, V., Sawirman, S., & Revita, I. (2024). Lexical metaphor in poetry: A systemic functional linguistics perspective. Jurnal Gramatika, 10(1), 45–58.
Guna, S., & Darong, H. (2023). Interpersonal meaning in written discourse: A systemic functional study. Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 8(2), 221–232.
Hasanah, U., & Widayati, S. (2022). Stilistika dan makna afektif dalam sastra Indonesia kontemporer. Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 7(2), 101–112.
Hindayani, N., Suciati, S., & Handayani, P. M. (2024). Gaya bahasa dan ekspresi emosional dalam novel Indonesia. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(2), 247–256.
Istiqomah, S. N., & Abdurrahman, M. (2025). Trends in systemic functional linguistics research: A review study. Aphorisme: Journal of Language and Literature, 6(2), 88–102.
Li, J. (2019). Interpersonal meaning in literary discourse: A functional stylistic approach. Lingua, 221, 1–13.
Mustafa, M., Syihabuddin, I., & Syahriani, I. (2023). Genre-based SFL analysis in academic and literary texts. ELITE Journal, 10(1), 1–14.
Nurhayati. (2019). Analisis stilistika berbasis linguistik fungsional sistemik dalam cerpen Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa, 8(2), 145–156.
Putri, D. A., & Rahman, F. (2021). Emotional meaning in literary texts: A stylistic perspective. Journal of Pragmatics and Discourse Research, 5(1), 33–45.
Santosa, R. (2018). Linguistik fungsional sistemik dalam kajian wacana dan sastra. Humaniora, 30(3), 271–282.
Sari, M., & Nugroho, A. (2020). Prosa liris sebagai genre sastra hibrid. Jurnal Poetika, 8(1), 19–30.
Simpson, P., & Montgomery, M. (2019). Stylistics and reader response in literary texts. Language and Literature, 28(3), 217–231.
Widayati, S. (2021). Makna emosional dalam teks sastra Indonesia: Kajian stilistika. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 14(1), 55–66.
Zhang, Y. (2018). Ideational meaning in literary discourse: An SFL-based analysis. Journal of Pragmatics, 134, 1–14.
Zhao, X., & Dong, T. (2020). Systemic functional stylistics in literary analysis. Lingua, 238, 102819.
Zulfikar, T., & Yuliani, S. (2022). Linguistic choices and emotional expression in Indonesian literary texts. Bahasa dan Seni, 50(2), 89–101.