Analisis “Bekisar Merah” karya Ahmad Tohari: pendekatan semiotik Jika Anda menginginkan semua huruf benar-benar kecil tanpa pengecua
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi sistem tanda dan makna dalam novel Bekisar Merah (1993) karya Ahmad Tohari menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian adalah karakter Lasiyah, perempuan desa keturunan Jawa-Jepang yang disimbolkan sebagai "Bekisar Merah". Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda "Bekisar Merah" beroperasi pada dua tingkat: denotasi sebagai unggas hasil kawin silang yang indah, dan mitos sebagai perempuan eksotis yang terjebak dalam komodifikasi tubuh. Mitos ini mengonstruksi tubuh perempuan sebagai aset moneter dan estetika bagi kelas atas. Analisis ini menegaskan kritik Tohari terhadap struktur sosial yang memaksa perempuan pedesaan melakukan kompromi moral demi kelangsungan hidup. Akhir cerita yang menunjukkan pelarian Lasiyah merupakan simbol penolakan terhadap status komoditas dan upaya merebut kembali identitas kemanusiaan yang utuh.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Barthes, R. (1972). Mythologies (A. Lavers, Trans.). Hill and Wang.
Darma, B. (2009). Pengantar Teori Sastra. PT Gramedia Pustaka Utama.
Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan. Pustaka Pelajar.
Hidayat, A. (2018). Representasi Perempuan dalam Sastra Indonesia: Kajian Feminisme. Jurnal Lingua, 14(2), 115-128.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Pradopo, R. D. (2010). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Pustaka Pelajar.
Ratna, N. K. (2015). Estetika Sastra dan Budaya. Pustaka Pelajar.
Sudarman. (2015). Sosiologi Sastra: Studi Kasus Masyarakat Marginal dalam Novel Indonesia. Pustaka Mandiri.
Tohari, A. (1993). Bekisar Merah. PT Gramedia Pustaka Utama.
Van Zoest, A. (1993). Semiotika: Tentang Tanda, Cara Kerjanya dan Apa yang Kita Lakukan Dengannya. Yayasan Sumber Agung.