Kehidupan sosial dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari: kajian sosiologi sastra
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai sosial dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Pendekatan ini menelaah keterkaitan antara karya sastra dan kondisi sosial masyarakat. Pendekatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library Research), yaitu dengan menganalisis sumber-sumber literer berupa novel, teori sastra, dan referensi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ronggeng Dukuh Paruk tidak hanya menghadirkan kisah tentang kesenian rakyat, tetapi juga menyingkapkan realitas sosial yang kompleks, kemiskinan struktural, ketimpangan gender, dan pengaruh politik masyarakat terhadap pedesaan. Melalui tokoh-tokohnya, Ahmad Tohari berhasil menggambarkan kehidupan rakyat kecil yang hidup dalam keterbelakangan, tetapi emiliki nilai kemanusiaan
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Damono, S. D. (2002). Pedoman penelitian sosiologi sastra. Pusat Bahasa Departemen
Pendidikan Nasional.
Damsar, D. (2015). Pengantar teori sosiologi. Jakarta: Prenada Media Group.
Emzir, S. R., & Rohman, S. (2015). Teori dan pengajaran sastra. Jakarta: Raja Grafindo
Persada.
Faruk, 1994. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Belajar (Anggota IKAPI)
Istiqomah, N., Doyin, M., & Sumartini, S. (2014). Sikap hidup orang jawa dalam novel
orang-orang proyek karya Ahmad Tohari. Jurnal Sastra Indonesia, 3(1).
Nasution, W. (2016). Kajian sosiologi sastra novel Dua Ibu karya Arswendo Atmowiloto:
Suatu tinjauan sastra. Jurnal Metamorfosa, 4(1), 14-27.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. UGM press.
Wellek, R., & Warren, A. (1990). Teori Kesusastraan (diindonesiakan Melani
Budianta). Jakarta: Gramedia.