Pascakolonialisme dalam Novel Gadis Pantai Karya Promoedya Ananta Toer
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan hibriditas, mimikri, dan ambivalensi dalam Novel Gadis Pantai karya Prammoedya Ananta Toer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Sumber data utama berupa Novel Gadis Pantai, sedangkan sumber data pengdukung diperoleh dari buku, jurnal, dan penelitian relevan. Analisis difokuskan pada represensasi struktur sosial masyarakat Jawa pada abad ke-20 yang terbagi atas beberapa lapisan masyarakat, yakni Eropa, Asia, dan Pribumi. Golongan pribumi terdiri atas dua golongan sosial, yakni bangsawan atau priyayi dan kawula atau orang kebanyakan yang menunjukan kesenjangan antara masyarakat kota dan desa. Pada kondisi tersebut, masyarakat pesisir digambarkan memiliki budaya kuat dan daya tahan tinggi. Kehidupan nelayan yang keras diterima sebagai bagian identitas kolektif. Temuan penelitian menunjukan bahwa novel ini merefleksikan kompleksitas identitas colonial melalui praktik hibriditas budaya, mimikri simbolik, dan sikap ambivalensi tokoh-tokohnya secara kritis, kontekstual, dan berkelanjutan dalam kajian pascakolonial sastra Indonesia modern akademik.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Anggraini, E. A. (2019). Posmodernisme dan Poskolonialisme dalam Karya Sastra. https://journal.unas.ac.id/pujangga/article/view/500
Bhaba, H. K. (1994). Remembering FANON; Self, Psyche and the Colonial Condition dalam P. William dan L. Chrisman (eds.), Colonial Discourse and Postkolonial Theory.
D. K. A. Wardani (2019). Mimikri dan Hibridias Novel Para Priyayi (Kajian Poskolonial). https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPPSH/article/view/15972
Marshall, Catherine & Gretchen B. Rossman. 2006. Designing Qualitative London: Sage Publications.https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=-zncBQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=Marshall,+Catherine+%26+Gretchen+B.+Rossman.+2006.++Designing+Qualitative+++London:+Sage+Publications.++Research.&ots=LhkarIVtaS&sig=T7L6UCSKJEznP7pU_16glpXwRLY&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. UGM press. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=p4JqDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=(Nurgiyantoro,+2018:+10&ots=OYGg56uulM&sig=4QaiF8e8TksEMV3Bprl9tXyMwhE&redir_esc=y#v=onepage&q=(Nurgiyantoro%2C%202018%3A%2010&f=false
Nasrullah, N., Pawi, A. A. A., & Hassan, U. H. A. (2025). Poskolonialisme dan Ekologi Pascakolonial: Sebuah Tinjauan Pustaka. Journal of International and Local Studies, 9(1), 1-11. https://journal.unibos.ac.id/jils/article/view/4747
Nurhadi, N. (2011). Bentuk-Bentuk Poskolonialitas Di Indonesia Mutakhir Pada Majalah Tempo. LITERA, 10(1). https://jurnal.uny.ac.id/index.php/litera/article/view/1169
Rokhmah, N. I. A., & Wardani, E. N. (2023). Post-Kolonialisme Perempuan dalam Novel Gadis Pantai dan Film The Last Princess (Kajian Intelektualitas). https://ejournal.umm.ac.id/index.php/kembara/article/view/23518.
Shofiani, A. K.A., & Fadhilasari. I. (2022). Pascakolonialisme Tokoh-Tokoh Dalam Novel 1998 Karya Ratna Indraswari Ibrahim. https://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA.
Sultoni. A., & Utomo. W. H. (2021). Hibriditas, Mimikri, dan Ambivalensi dalam Cerpen Kupata dan Meneer Chastelein Karya Rosyid H. Dimas: Kajian Poskolonial. https://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JP-BSI/article/view/2428.
Singh, J. G. (2009). Colonial narratives/cultural dialogues: 'Discoveries' of India in the language of colonialism. Routledge.
Toer, Pramoedya Ananta. (2003). Gadis Pantai. Jakarta: Lentera Dipantara.
Warren, A., & Wellek, R. (2011). Teori Edebiyat. Çev. Ö. Faruk Huyugüzel, Dergah Yayınları, İstanbul.
Wibisono, G. (2018). Identitas ganda dalam masyarakat pascakolonial. Jurnal Kajian Budaya, 13(1), 45–56.
Young, R. J. C. (2001). Postcolonialism: An Historical Introduction. Blackwell Publishers, Oxford.