Konstruksi Makna Emosional dalam Puisi “Mey”: Kajian Metafungsi Bahasa Berdasarkan Systemic Functional Linguistics (SFL)

Main Article Content

Uda Hudaya
Asep Nurjamin

Abstract





Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi makna dalam puisi “Mey” melalui pendekatan Systemic Functional Linguistics (SFL) dengan menitikberatkan pada tiga metafungsi bahasa, yaitu ideasional, interpersonal, dan tekstual. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian berupa larik-larik puisi “Mey” yang mengandung representasi pengalaman emosional penutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ideasional, puisi ini didominasi oleh proses mental dan relasional yang merepresentasikan perasaan kehilangan, kerinduan, dan kesepian. Secara interpersonal, penggunaan pronomina persona pertama dan kedua memperlihatkan kedekatan emosional sekaligus jarak antara “aku” dan “mey”, yang mengonstruksi sikap pasrah dan luka batin penutur. Secara tekstual, pola tema–rema memperlihatkan konsistensi tema personal yang menegaskan subjektivitas pengalaman penyair. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa dalam puisi “Mey” berfungsi sebagai sarana representasi duka dan keterasingan melalui pilihan leksikogramatikal yang khas. Dengan demikian, pendekatan SFL mampu mengungkap relasi antara bentuk bahasa dan makna emosional dalam teks sastra.






 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Hudaya, U., & Nurjamin, A. (2026). Konstruksi Makna Emosional dalam Puisi “Mey”: Kajian Metafungsi Bahasa Berdasarkan Systemic Functional Linguistics (SFL). Coretan Bahasa : Journal Indonesian Language and Literature, 1(1), 148-155. https://coretanpena.org/jill/article/view/22

References

Halliday, M. A. K., & Hasan, R. (1985). Language, context, and text: Aspects of language in a social-semiotic perspective (2nd ed.). Victoria: Deakin University Press.

Halliday, M. A. K., & Matthiessen, C. (2014). Halliday’s Introduction to Functional Grammar (4th ed.). London: Routledge.

Eggins, S. (2004). An Introduction to Systemic Functional Linguistics (2nd ed.). London: Continuum.

Bloor, T., & Bloor, M. (2004). The Functional Analysis of English (2nd ed.). London: Hodder Arnold.

Butt, D., Fahey, R., Feez, S., Spinks, S., & Yallop, C. (2000). Using Functional Grammar: An Explorer’s Guide (2nd ed.). Sydney: National Centre for English Language Teaching and Research.

Santosa, R. (2003). Semiotika Sosial: Pandangan terhadap Bahasa. Surabaya: Pustaka Eureka.

Wiratno, T. (2018). Pengantar Linguistik Sistemik Fungsional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Pradopo, R. D. (2012). Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Eagleton, T. (2007). How to read a poem. Blackwell Publishing.

Eggins, S. (2004). An introduction to systemic functional linguistics (2nd ed.). Continuum.

Halliday, M. A. K., & Hasan, R. (1985). Language, context, and text: Aspects of language in a social-semiotic perspective (2nd ed.). Deakin University Press.

Halliday, M. A. K., & Matthiessen, C. M. I. M. (2014). Halliday’s introduction to functional grammar (4th ed.). Routledge.

Pradopo, R. D. (2017). Pengkajian puisi (edisi revisi). Gadjah Mada University Press.

Santosa, R. (2019). Semantik dan wacana: Analisis makna dalam perspektif linguistik fungsional sistemik. UNS Press.

Saragih, A. (2020). Discourse analysis: A study on discourse based on systemic functional linguistics. UNIMED Press.

Waluyo, H. J. (2003). Teori dan apresiasi puisi. Erlangga.