Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SDN 4 Pangeureunan Berdasarkan Taksonomi Barrett
Main Article Content
Abstract
Kemampuan membaca pemahaman merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar sebagai dasar pengembangan keterampilan berbahasa dan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 4 Pangeureunan berdasarkan Taksonomi Barrett yang meliputi lima tingkat pemahaman, yaitu literal, reorganisasi, inferensial, evaluatif, dan apresiatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain evaluatif. Subjek penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas V SDN 4 Pangeureunan yang berjumlah 15 orang, dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Instrumen penelitian berupa tes membaca pemahaman yang disusun berdasarkan Taksonomi Barrett menggunakan satu teks bacaan naratif dan lima butir soal yang merepresentasikan masing-masing tingkat pemahaman. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor dan nilai yang diperoleh siswa pada setiap tingkat taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V cenderung lebih tinggi pada tingkat pemahaman literal dan reorganisasi. Sebaliknya, capaian pada tingkat inferensial dan evaluatif berada pada kategori lebih rendah, yang mengindikasikan bahwa kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan, memahami makna tersirat, serta memancarkan isi bacaan secara kritis masih perlu dikembangkan. Pada tingkat apresiatif, kemampuan siswa berada pada kategori menengah. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan memahami informasi tersurat dan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam membaca. Oleh karena itu, pembelajaran membaca di sekolah dasar perlu diarahkan secara lebih sistematis melalui strategi pembelajaran dan penilaian membaca yang kontekstual dan autentik untuk memperkuat kemampuan inferensial, evaluatif, dan apresiatif siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Abidin, Y. (2012). Model penilaian otentik Dalam pembelajaran membaca pemahaman Beroreintasi pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter.
Amanda, L. A. L., Chandra, C., & Kharisma, I. K. I. (2025). Identifikasi kesalahan dan tingkat kemampuan membaca pemahaman literal pada siswa kelas V SD. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 15(10), 51–60.
Anjani, S., Dantes, N., & Artawan, G. (2019). Pengaruh implementasi gerakan literasi sekolah terhadap minat baca dan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas v sd gugus ii kuta utara. PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 3(2), 74-83.
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2025). Panduan mata pelajaran Bahasa Indonesia: Fase A–F dan fase F tingkat lanjut. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Hasibuan, A., Pebriana, P. H., & Fauziddin, M. (2024). Penerapan model pembelajaran RADEC untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada siswa sekolah dasar. Journal of Education Research, 5(3), 2458–2466.
Hidayah, N., & Hermansyah, F. (2018). Hubungan antara motivasi belajar dan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bandar Lampung tahun 2016/2017. Terampil: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 3(2), 87–93.
Himawan, R. (2023). Analisis level kritis Taksonomi Barrett pada soal pemantapan asesmen daerah literasi membaca siswa SMP Daerah Istimewa Yogyakarta. Reduplikasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, 3(1), 47–61.
Jaenudin, J., Puspitasari, W. D., & Cahyaningsih, U. (2019). Penerapan model multiliterasi untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan (Vol. 1, hlm. 550–555).
Karsono, K., & Kamsiyati, S. (2021). Perbandingan kompetensi literal dan apresiatif siswa kelas IV SD dalam memahami isi teks fiksi. Didaktika Dwija Indria, 11(3), 29–34.
Khotimah, A. K., & Widagdo, A. S. (2016). Kemampuan membaca pemahaman berdasarkan Taksonomi Barrett pada siswa kelas IV SD. Jurnal Kreatif: Jurnal Kependidikan Dasar, 6(1), 1–10.
Laily, I. F. (2014). Hubungan kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan memahami soal cerita matematika sekolah dasar. EduMa: Mathematics Education Learning and Teaching, 3(1).
Maksum, A. (2021). Analisis keterampilan membaca dongeng siswa sekolah dasar serta relevansinya dengan pembelajaran membaca. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(2), 197–210.
Muliawanti, S. F., Amalian, A. R., Nurasiah, I., Hayati, E., & Taslim, T. (2022). Analisis kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(3), 860–869.
Pratiwi, D. W., Rukayah, R., & Saputri, D. Y. (2022). Analisis kemampuan membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok pada siswa kelas V sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 10(2), 40–45.
Putri, A., Putri, H. E., Chandra, C., & Suriani, A. (2024). Analisis kemampuan membaca pemahaman kelas V SD. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 2(3), 252–261.
Yuendi, E. C., Sunarya, A. E., Afiyah, W., Putri, H. E., & Irawati, U. N. (2025). Analisis instrumen tes kemampuan membaca pemahaman berdasarkan Taksonomi Barrett menggunakan software Anates pada siswa sekolah dasar kelas VI. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1), 98–106.